Taqabalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidzin Wal Faidzin

Posted by getut on Sep 30th, 2009
2009
Sep 30

Even it’s too late… maybe…
Allow me saying Taqabalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidzin Wal Faidzin..
Forgive me for all my mistake so far… for unapropriate promise and ctc

Sometime .. realize or we don’t, even its simple word “appolloqizing” but its too hard to say
Sometime .. we too lazy to make for improvement with our self even we realized that age and dead became closer.
So, in this moment let we, of course including me hopely.. can be better in and outside as you so :)

If Only We Always Realized

Posted by getut on May 8th, 2009
2009
May 8

Do you know what the meaning Realized? I think everybody know it.. Just we faced with how difficult to applied realized mention. You want a prove? Every students know that study can be raise the subject mark, but its not many people realized and try to study, and have a reasons the subject too difficult, the difficult lecturer and ctc. Every body, moslem specialy always know that every body will die, but not many people realized how to appreciate the time they lived? and have a reason that I’m still youngs… Even we know diedness will came to every body whoever and whenever. Disaster will came to us as we sleep, who know? So Lets Wake Up from U’re Sleep and Realized that We all still Have time to decide what will done with Our Live….

Thanks For Everything

Posted by getut on Feb 24th, 2009
2009
Feb 24

Nikmat manakah yang Kamu dustakan? (QS. 55). Kalo dicermati, ayat ini diulang-ulang pada surat Ar Rahman. Kalo juga kita mau berpikir,kenapa Allah berulang-ulang menyindir qt manusia agar selalu bersyukur? Apakah qt memang manusia yang bebal dengan segala nikmat dan karunia-NYA? Betapa qt tidak menyadari besarnya nikmat sehat, sekecil apapun itu? Continue Reading »

Difficulty Human

Posted by getut on Dec 5th, 2008
2008
Dec 5

Susahnya menjadi manusia yang benar… tapi bukan berarti semua manusia yang ada di muka bumi tidak benar. Hanya saja, sulit dan butuh perjuangan. Hidup sebenarnya memang untuk berjuang, kutipan ini tidak saya ambil dari ucapan salah satu ketua partai tertentu lo, hanya saja filosofisnya memang demikian. Betapa tidak, disadari atau tidak manusia dalam hidupnya memang mencari sesuatu yang dapat Ia perjuangkan. Mahasiswa berjuang kuliah untuk mendapat “nilai +”, jadi jangan mengeluh jika banyak tugas dari dosen dan memakai alasan “sibuk buat laporan”. Dosen berjuang dalam mengajar, so jangan mengeluh mendapati mahasiswa yang ndableq dan membuat opini yang selalu “miring” tentang si ini atau si anu. Seperti seorang Ibu yang tidak bosen melahirkan anak pertama, kedua dan seterusnya…. kalo dipahami, buat apa melahirkan anak kedua jika si Ibu sudah pernah merasakan beratnya melewati prosesi melahirkan sampai-sampai jiwa Ia pertaruhkan. Namun toh si Ibu tetap sayang dan merawat si Anak dengan penuh kasih,meski si Ibu sudah dibuat susah dan repot. Semua itu kembali kepada fitrah manusia yang memang hidup di dunia untuk berjuang, berjuang melawan hawa nafsu untuk mencapai yang di ridloi-NYA dengan selalu mensyukuri semua nikmat-NYA yang secuilpun tidak dapat kita dustakan. Namun betapa banyak manusia tidak sadar akan nikmat ini, hidup selalu mengeluh, selalu memandang orang lain “negatif” karena merasa Ia yang paling benar, merasa menjadi manusia yang mempunyai mimpi sedangkan yang lain tidak. Memang kadang sulit sekali bercermin diri, telinga bebal menerima nasehat dari orang lain dan tidak “nguwongke wong”. Betapa sekarang banyak manusia yang tidak bisa menjadi manusia sepenuhnya, bahkan lebih buruk dari hewan. Semoga kita semua termasuk manusia yang tidak sulit menjadi manusia dan selalu mendapat bimbingan-NYA. Amin.

Malunya Rasa Malu

Posted by getut on Nov 28th, 2008
2008
Nov 28

Malu,… kata yang hanya terdiri 4 huruf ini sarat dengan makna. Betapa tidak di zaman yang pesat dengan perkembangan di segala bidang kehidupan ini kontras dengan semakin menipisnya rasa malu yang melekat pada setiap insan manusia.  Menipisnya rasa malu ini lebih didasari oleh malunya rasa malu muncul. Betapa tidak,… zaman sekarang lebih memilih etos ” sopo ra edan ra keduman”  yang mana etos ini membuat malunya rasa malu itu tetap ada

Continue Reading »